Naka tampak terkejut saat melihat Jayden yang membuka pintu. Dengan cepat Jayden mendorong Naka keluar apartemen dan segera menutup pintu apartemen agar Alle tak melihatnya. Jayden menatap Naka tajam. Mereka berdua kini ada di depan pintu apartemen. "Kenapa lu di apartemen Alle?" tanya Naka. "Kenapa? Apa gak boleh gue di apartemen calon istri gue?" Naka kembali menatap Jayden semakin tajam. "Calon istri? Cih, mimpi." "Lu yang mimpi! Masih berharap Alle mau sama lu? Cih, mimpi" Jayden seolah-olah mengembalikan ucapan Naka barusan. "Gue cuma mau lihat keadaan pacar gue." "Pacar? Masih berani lu nyebut gitu setelah semua yang lu lakuin ke Alle? Naka, gue gak segan-segan hancurin hidup lu lebih dari saat ini. Gimana rasanya saham turun setelah gue cabut semua kerja sama gue di perusahaan

