Luka

635 Kata
Sekarang yang ku lakukan hanya berlari dan terus berlari menerobos hujan yang semakin lebat ini. Tiada lagi harapan. Tiada lagi mimpi yang slalu ku inginkan tentang cinta. Semua hancur. Takdirku sungguh menyedihkan. Entah sudah berapa jauh aku berlari,sudah seberapa banyak air mata yang ku jatuhkan saat ini. "Arrrrggghhhh....kenapa kisah cintaku begitu menyedihkan,mencintai tanpa dicintai. Dan sekarang aku dipaksa mencintai orang yang bahkan bukan manusia. Hiks...hiks...a..ku..le..lah" aku menumpukan badanku di atas kedua lututku. Ketika aku menundukkan kepala,ada sesuatu diatas kepalaku yang menghalangi tetes air hujan. Ku mendongak untuk melihat siapa orang itu.Ternyata dia.... "Terimakasih kak surya" ucapku sebelum kegelapan menelanku. Flashback "Kau..." ucapku marah "Apa? Bahkan kau tak marah di sakiti oleh orang yang bahkan tak memperdulikan cintamu" katanya sambil tersenyum mengejek. "Maksud lo apa?" tanyaku "Haha...kamu pikir aku gak tau kejadian-kejadian sebelum kita bertemu secara langsung? Kamu salah aku selalu mengawasimu dari jauh tanpa kamu sadari" jelasnya "Jadi selama ini kau menguntitku?" tanyaku marah. Ya aku sangat marah bagaimana bisa dia menguntitku. "Kau ini sungguh memprihatinkan,mengejar cinta sepihak. Kau kira aku tak sakit melihatmu mengejar lelaki seperti itu,aku sakit van tapi aku biarkan saja kamu seperti itu. Dan sekarang pun kau masih menunggunya,sampai saat ini kau menyakitiku" ucapnya pergi dan membanting pintu,meninggalkan aku yang termenung sendiri. Lalu aku keluar dari rumah setelah ku yakini tak ada dia di rumah. Ketika aku di luar rumah yang ku lihat hanya ikan,jadi ini di bawah laut. Aku harus bisa keluar dari sini. Aku tau,aku akan menaiki lumba-lumba itu. Setelah di permukaan 'Ternyata ini tambak di belakang sekolahku,sudahlah aku tak perduli yang pasti aku harus pergi dari sini sebelum yang lain menyadari aku tak ada' **** 'Surya 'pov' Aku bahagia,orang yang slama ini aku cari ada di depanku,ya mungkin kalian bisa bilang aku gila karena menyukai bahkan mencintai muridku tapi menurutku itu wajar toh dia dan aku hanya selisih 6 tahun jadi tak masalah. Dan sekarang aku lagi menemaninya sampai ia tersadar sambil menggenggam lembut tangannya dan sesekali menciumnya. Tak lama aku melihat bulu matanya bergerak menandakan sang pemilik akan segera bangun dari tidurnya. Dan mata cantik itu terbuka secara sempurna. "Apakah kau merasa pusing?" tanyaku khawatir. "Aku ada dimana sekarang?" tanyanya tanpa menjawab pertanyaanku sambil mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. "Kau sedang berada di penthousku"*maap klo salah pengejaan* "Kenapa aku di sini kak?" tanyanya menautkan kedua alisnya. "Karena tadi kau pingsan di jalan dan aku tidak tau dimana tempat tinggalmu jadi ku fikir lebih baik aku membawamu ke sini dari pada meninggalkanmu di jalan" jawabku,aku menatap mata itu mata yang slalu ku rindukan di setiap hembusan nafasku. "Kak bisa tolong antarkan aku pulang?aku yakin ibuku mencariku dan menghawatirkanku"katanya menatapku penuh harap. "Oh baiklah tapi kamu harus berjanji untuk beristirahat yang cukup,kalo bisa kamu absen dulu untuk kuliah nanti akan aku sampaikan ijinnya" ucapku pasrah "Ay ay kapten makasih ya kak" katanya sambil mencium pipiku sebelah kanan yang langsung membuatku menegang. "Ups hehe sory refleks habis aku terlalu bersemangat untuk kembali ke rumah"ucapnya sambil bersemu merah. "Apa itu? Pipimu seperti setrowbery"godaku untuk menyembunyikan kegugupanku. "Apaan sih kak?! Udahlah aku mau siap-siap dulu"ucapnya kemudian berlalu menuju kamar mandi. ~ S K I P ~ 'Givana 'pov' Saat ini kami berada di dalam mobil dalam perjalan menuju ke rumahku dengan dia yang tak berhenti mengasih nasihat padaku. "Pokoknya nanti kalo udah sampek rumah jangan lupa makan karna tadi kamu gak sempat makan dan jangan lupa habis makan minum obat,habis minum obat.." "Kak aku udah tau kali, aku bukan anak kecil lagi yang harus diingatkan ribuan kali. Jadi stop mengulang kata-kata yang sama,bukannya sembuh jadi makin pusing nih kepala" potongku sambil mengerucutkan bibir tanda jika sedang sangat kesal. "Ya maaf, kan kaka khawatir sama kamu lagian kalo kaka bawel juga karna kaka peduli sama kamu"jelasnya sambil mengusap lembut pucuk kepalaku. "Makasih udah khawatir sama aku dan memperdulikan aku" jawabku tersenyum manis ke arahnya. "Ya sudah,berhubung tujuan kita masih jauh kamu tidur aja biar kepalamu gak terlalu pusing"ucapnya dengan sesekali memandangku dengan lembut dan kembali menatap lurus ke depan. "Baiklah,nanti kalo sudah sampek bangunin ya?" ucapku sebelum aku tertarik ke alam mimpi. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN