Pelukan itulah yang pertama kali diberikan karena rasa sesal telah memarahi tanpa mendengarkan dulu apa alasannya. “Lain kali jangan lagi lakukan hal seperti ini my queen heart,” Setelah itu mengecup keningnya berulang kali dengan penuh sayang. “Maafkan atas tindakanku barusan my queen heart, aku hanya terlalu hawatir,” Mengulas senyum sembari merangkum pipi Evelyn lalu menciumnya sekilas, ciuman sambil lalu yang mampu mengirimkan percikan gairah. “Bagaimana dengan kau sendiri, apa kau sudah sarapan?” Nada suara Ethan terdengar parau. “Sudah, bersama grandma tadi,” Sambil menyiapkan menu makanan untuk Ethan lalu menyuapinya dengan penuh sayang. Perhatian yang Evelyn tunjukkan memaksa bibirnya terus menyunggingkan senyum rekah. Tak sedikit dari para pekerja yang saling berbisik

