Bunyi tembakan terdengar. Samar, namun Jordan Jeon sangat mengenal suara peluru yang melesat karena peredam pada pistol dan mengenai objek. Ketika dia berhasil melumpuhkan tujuh orang penyerang yang entah datang dari mana asalnya, Jordan Jeon menyadari sesuatu. Suara jeritan dan tubuh yang ambruk ke tanah itu adalah milik gadisnya. "Cassie!!!" Amarahnya membara bersama hasrat membunuhnya yang sejak beberapa saat lalu membendung, Jordan Jeon berlari ke arah pelaku penembakan tersebut. Semua berlalu dengan sangat cepat. Pistol tersebut direbutnya dan beralih tangan. Pria itu menghabiskan semua peluru yang tersisa dengan presisi dan akurasi tinggi pada tiap sasarannya. Dua orang penyerang yang entah dari mana asalnya tersebut pun sempat melarikan diri, sedangkan yang terakhir te

