Pip. Pip. Pip. Bunyi mesin dengan ritme teratur mulai terdengar semakin jelas. Mengganggu tidur panjangnya di malam itu. Kian detik kian mengusik. Seakan ada sesuatu yang berpusat pada kepala dan memaksanya untuk membuka mata. Pandangannya kabur. Sesaat, dunia terasa berputar berlawanan arah. Dua bola matanya menangkap langit-langit ruangan yang putih namun dalam pencahayaan remang. Cassandra mengerjapkan matanya pelan-pelan karena masih terasa sangat berat. Hidungnya yang terlindungi oleh suatu benda itu menghirup udara yang terasa sangat sejuk, cenderung dingin. Perlahan, dia menggerakkan kepalanya ke kiri dan mendapati seseorang tengah menggenggam tangannya. Seseorang berambut hitam legam dengan kepala tertunduk. Dia tahu benar, siapa lelaki ini. Jordan Jeon. Dia mena

