Kanya terpekur di atas ranjang miliknya yang begitu besar. Bagi seorang putri kerajaan kehidupannya jelas sudah sangat sejahtera, tapi tetap saja ia ingin diakui sebagai seorang putri yang kelak akan bejasa di negaranya. Perempuan tersebut terus memikirkan masalah yang sedang dihadapi ibunya yang merupakan ratu Coldi. Untuk sebagian orang mungkin mereka sangat bersyukur atas apa yang mereka miliki jika sudah menjadi putri dengan kemewahannya, tapi tidak dengan Kanya. “Jadi apa yang kau inginkan dariku?” Seseorang dengan pakaian jubah yang sebagian besar menutupi dirinya mulai membuka suara. Ia sedari tadi mengamati sosok Kanya yang memilih tiduran di atas ranjangnya. Ia adalah Justin, salah satu anggota Revaza. “Aku tidak yakin kau akan menuruti keinginanku.” Kanya membalikan badan, meng

