Robin terpekur di atas ranjangnya. Informai yang diutarakan Julius sempat membuatnya berpikir ekstra. Sebenanrya ia akan pasrah saja jika dunia kiamat, ya mau bagaimana lagi jika sudah takdir tidak ada yang bisa menentangnya. Sehingga malam itu Robin bermimpi segala memori yang pernah ia lalui bersama para pengembara menuju Nirvasa sampai di titi ini. Suasana malam yang sepi membuat keadaan menjadi tegang. Robin semakin mendekatkan cakar beracunnya pada leher Egan. Mata Robin yang dapat berkilau di malam hari membuat sosoknya menjadi sedikit mengerikan. “Untuk ular sepertimu bagaimana kita bisa percaya?” Robin kembali dengan mulut pedasnya. Mendengar itu Egan pun berdesis. Matanya memicing dengan taring yang mulai tumbuh. Arden mengamati perubahan Egan yang akan menjadi naga, tapi ti

