“Kau ini siapa?” Sebuah pertanyaan telak yang sangat dihindari Emily, tapi sejak awal ia telah membeberkan identitasnya sebelumnya. perempuan itu pun menghela napas. Tangan yang semula berada di di kedua pipi Nara pun luruh.ia menatap kedua bola mata Nara yang seperti samudra, begitu tenang dan menenggelamkan. “Aku Emily, seorang assassins.” “Kau sebelumnya berkata bahwa kau dari Bumi? Apa itu?” Nara memang awalnya tertarik saat Emily menyebut kata buni. Tempat itu sendiri tidak pernah ia dengar sebelumnya, bahkan dari sekian banyak buku yang telah dibaca. Emily mengangguk. “Benar asalku dari Bumi, dan tempat itu berada sanat jauh atau mungkin sangat dekat.” “Maksudmu?” Bagaimana menjelaskan pada Nara soal asal dirinya jika tidak ada buku atau dokumentasi yang bisa Emily tunjukan aga

