Di atas bukit beralaskan rumput hijau, tepat di bawah sebuah pohon rindang berdaun lebat, Laura duduk dengan kedua putrinya tidur di atas pahanya. Dia mengusap rambut kedua putrinya yang terlahir kembar identik. Celin dan Clara, itulah nama mereka. Nama yang diambil dari nama nenek serta ibu Cliff yang telah tiada. “Bu!” “Hmm.” Laura bergumam, merespons Clara yang tiba-tiba memanggil dirinya. “Ceritakan lagi tentang kakek dan nenek,” pinta anak itu, manja. Laura terkekeh, padahal sudah sering dia menceritakan tentang orang tuanya yang belum pernah dia temui lagi sejak delapan tahun yang lalu. Ya, kedua putrinya kini sudah berusia delapan tahun, yang mana artinya sudah delapan tahun pula Laura dan Cliff meninggalkan istana. “Aku juga ingin mendengarnya lagi, Bu.” Putrinya yang lain
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


