CHAPTER 38

2317 Kata

Nick menghembuskan napas berat ketika melihat sosok ibu yang amat berarti baginya bagaikan seonggok tubuh tanpa jiwa. Sepanjang hari ibunya itu hanya meringkuk di atas tempat tidur dengan air mata yang tak henti menetes dari kedua mata indahnya. Hal ini terjadi semenjak pemakaman Niki kemarin. Rose masih belum bisa menerima kematian putri kesayangannya, ditambah kepergian sang suami membuatnya semakin terpuruk. Tak ada yang dilakukannya selain mengurung diri di dalam kamar, membuat Nick yang melihatnya tak tega dan mulai frustrasi menghadapi sikap ibunya.  “Bu, ayolah, jangan seperti ini terus. Minumlah darah ini, aku tahu ibu pasti kelaparan, kan?” ujar Nick mulai tak tahan menghadapi kekeras kepalaan ibunya. Dia mendekatkan sebuah gelas yang terisi penuh dengan darah kental ke arah ibun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN