Cliff masih mencoba mengatur napas yang terengah karena baru saja memuntahkan semua isi perutnya, tapi bau daging yang terbakar itu masih sangat mengganggu indera penciumannya. “Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk segera pergi dari sini?” Cliff mendongak menatap seseorang yang menjulang tinggi berdiri di hadapannya. Dia sosok ayahnya yang dari tatapannya terlihat kesal pada Cliff yang memang melawan perkataannya tadi. “Kenapa kau tidak menurutiku?” tambahnya lagi, Cliff menelan saliva menyadari perbuatannya telah membuat sang ayah kesal padanya. Untuk kesekian kalinya Cliff merasa takut melihat kedua iris mata ayahnya yang bersinar lebih merah dari biasanya. “M-Maaf, Ayah. Aku hanya penasaran ingin melihat eksekusi vampir level C tadi. Tapi aku tidak menyangka mereka akan dieksekusi d

