CHAPTER 36

1873 Kata

Niki menelisik menatap setiap sudut kamar, dan ketika kedua matanya telah terbiasa dengan kegelapan, dia melihat sosok seseorang dengan iris mata bersinar merah tengah duduk di atas tempat tidurnya. Sosok itu duduk sambil menopang dagu dengan kedua tangannya. Dalam kegelapan ini Niki tidak bisa mengenali wajahnya dengan jelas. Tapi suara yang didengarnya tadi membuatnya yakin bahwa sosok itu adalah seseorang yang selama ini selalu dia tunggu kepulangannya.  “Kak Cliff, kau kah itu?” tanyanya ragu. Dia takut apa yang didengarnya tadi hanyalah ilusinya semata. “Ya, ini aku.” Keraguan Niki pun hilang sepenuhnya. Betapa dia ingin berlari dan menghamburkan diri dalam pelukan Cliff, tapi dia urungkan dan harus dia tahan keinginan itu dengan susah payah. “Sudah kuduga kau masih hidup, Kak. Ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN