“Ibu, maafkan aku. Aku juga menyayangimu.” Cliff menghamburkan diri dalam pelukan Clara. Bau anyir darah ibunya yang menyiksa pun, dia hiraukan. Dia hanya ingin memberitahu sang ibu bahwa dia sangat menyayanginya. Melihat kedua mata ibunya yang terpejam dengan napas yang terengah, Cliff merasakan ketakutan yang tak pernah dia rasakan sebelumnya. Dia sadar tak bisa melakukan apa pun untuk menyelamatkan ibunya. Yang bisa dilakukannya hanyalah meminta bantuan pada orang lain untuk menyelamatkan ibunya. Tanpa pikir panjang lagi, Cliff berlari meninggalkan gubuk. Ketika dia melihat hutan yang dimaksud sang ibu dalam tulisannya, tanpa ragu Cliff berlari sekencang yang dia bisa memasuki hutan yang tidak lain merupakan hutan terlarang. Harapannya hanyalah dia bisa bertemu dengan seseorang yang

