CHAPTER 34

2756 Kata

Sore itu, matahari mulai tenggelam. Sedikit demi sedikit warna langit yang cerah mulai berubah warna menjadi gelap. Di sebuah ruangan yang kecil dan pengap. Ruangan yang cukup kotor dan berdebu, tampak seorang pemuda tengah duduk di lantai sambil menyandarkan punggungnya ke dinding. Kedua matanya terpejam, entah apa yang sedang dia pikirkan karena garis wajahnya menunjukan keseriusan yang sangat kentara.  Ketika dia membuka kelopak mata, terlihatlah iris mata semerah darah dengan tatapan tajam bagaikan elang yang tengah mengintai buruannya. Dia menatap sekeliling, tempat ini ... sebuah tempat yang tak mungkin bisa dilupakannya seumur hidup. Sebuah tempat di mana dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri ketika ibunya menghembuskan napas terakhir.  Cliff sedang duduk terdiam seorang d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN