Quest

1311 Kata
Lost heaven online, sebuah game vrmmorpg yang tengah menghebohkan dunia beberapa minggu terakhir karena berbagi fitur yang dimilikinya. Salah satunya adalah teknologi yang memungkinkan seluruh Indra yang dimiliki manusia dapat di gunakan ketika memainkan game ini. “Aku kembali.” Rifat, adalah salah satu dari 1 juta orang beruntung yang berhasil mendapatkan Virtual gear Lost heaven online di batch pertama perilisan game. Tingginya minat pemain yang ingin merasakan bagaimana rasanya menikmati game dengan cara yang begitu nyata membuat Vgear Lost Heaven online sangat sulit didapat. “Aku rasa hari ini aku akan menyapa Resepsionis Onee-san lebih dulu.” Berbeda dengan para pemain LHO lain yang lebih suka memainkan game bertema mmorpg klasik, bertarung melawan monster, naik level, menorehkan namamu di papan skor. Aku bukanlah pemain seperti itu, aku tidak terlalu beruntung dalam hal persaingan. Aku lebih suka menikmati fitur lain yang disediakan LHO pada para pemain. Lagi pula game ini begitu realistis hingga bisa disebut sebagai Duni lain yang menjadikan pertarungan bukanlah satu-satunya fitur yang ditawarkan. Tentunya dengan setting abad pertengahan yang menjadi latar belakang game mmorpg pada umumnya, membuat game LHO memiliki banyak hal yang harus si jelajahi. *** Kerajaan Morpingthon, tempat awal yang dapat dikunjungi oleh pemain saat mereka memasukkan game. Ada 20 lokasi di kerajaan ini yang bisa dijadikan titik awal para pemain. Entah itu desa di pinggir kota, benteng yang berbatasan dengan batas wilayah kerajaan, atau kota-kota besar semua tempat memiliki keunikan mereka sendiri. Sementara aku sendiri yang berniat menikmati permainan dengan gaya santai memilih ibu kota kerajaan Morpingthon, Ringtone, sebagai titik awal. “Di ingat beberapa kali pun, nama kota ini benar-benar begitu lucu. Terdengar seperti para developer terlalu malas untuk memberi nama pada kota ini.” Aku berjalan menyusuri jalan utama yang begitu ramai dengan aktivitas warga. Matahari masih belum terbit namun para Npc ini sudah begitu sibuk memulai hari mereka. “Ini mengingatkan aku pada masa ketika menemani ibuku pergi ke pasar tradisional.” Keramaian kota di pagi hari membuatku merasakan nostalgia. Aku kemudian memasuki sebuah kafe untuk sekedar minum kopi, karena tempat yang aku tuju masih butuh waktu sekitar 30 menit untuk buka. Kerincing.… Bunyi bel terdengar saat aku membuka pintu cafe itu. “Selamat datang!.” Suara seorang wanita menyambut kedatanganku. “Oh, tuan Rifat, selamat pagi!.” Seorang pelayan Cafe sekaligus bos tempat ini, Sonya wanita berusia 24 tahun dengan d**a berukuran sedang. Dia wanita yang sangat menawan dengan gaya rambut bob pendek dan perawakan wanita ini yang dewasa membuatnya masuk dalam daftar para Npc yang ingin aku taklukkan. Aku segera memesan kopi hitam. Selagi menunggu Sonya membuatkan pesanku, berulangkali aku mengajaknya berbicara. Game LHO memiliki fitur yang sama seperti game Dating Sime, dimana para Npc di game ini memiliki tingkat kedekatan tertentu pada pemain. Dimana setiap kali pensil melakukan interaksi dengan Npc maka akan berpengaruh pada perkembangan hubungan antara pemain dan Npc. Tingkat kedekatan pemain dibagi menjadi beberapa bagian, mulai dari orang asing, kenalan, teman lalu keluarga. Hanya empat status itu yang saat ini beredar di situs resmi game LHO. Namun para pengembang game mengatakan jika ada tingkat lain yang harus dicari tahu sendiri oleh para pemain. Sementara itu karena aku sudah sering datang ke kedai kopi ini dan melakukan berbagai event khusus di Cafe ini, membuat kedekatan ku dengan manejer Sonia sudah mencapai keluarga, tingkat tertinggi yang diketahui oleh para pemain. “Rif … bisakah kau membantuku lagi?, Sepertinya karyawan ku kali ini juga tidak masuk kerja.” Ketika aku tengah menikmati kopi yang aku pesan, Sonya meminta bantuan ku untuk mengurangi kedai. “Lagi?.” balasku dengan heran, ini sudah kesekian kali aku membantu Sonya untuk menemaninya di cafe ini “Yeah, dia mengatakan jika ada Raid besar hari ini.” jawabnya dengan wajah yang terlihat kesulitan. Dari perkataan Sonya dapat disimpulkan jika karyawan yang dia maksud adalah seorang pemain, aku pernah bertemu dia beberapa kali ketika berkunjung. Dia adalah seorang gadis yang begitu riang, walaupun begitu dia seperti seorang tipe yang bekerja keras dan tidak bermain-main dengan pekerjaannya tanpa peduli jika dunia ini hanya sebuah game. Ding. *** [Quest membantu manejer Cafe Sonya] Rank : D Keterangan : Pekerjaan magang di Cafe Sonya sedang cuti, manejer menjadi kesulitan karena itu. Hal ini membuat manejer terpaksa meminta bantuan mu untuk kesekian kalinya. Maukah kau membantu manejer bekerja di Cafe selama jam sibuk?. Reward : • 20 koin perak • Tingkat kesehatan dengan manager +++ Denda : • None Menerima quest?. YES/NO *** Muncul quest yang sering aku dapat ketika berada di cafe ini, karena quest inilah kesehatanku dengan Sonya menjadi cepat naik menjadi keluarga. Kemudian apa yang seharusnya aku pilih?, Tidak ada denda apapun jika aku menolak permintaan ini, sementara hadiah yang ditawarkan begitu sederhana, aku dapat menghasilkan 5× dari jumlah koin yang ditawarkan jika aku menyelesaikan quest di guild petualang. Sementara tentang tingkat kedekatan, aku tidak pernah sekalipun melihat hadiah tingkat kedekatan bertambah 3 plus. Biasanya itu hanya satu, dua plus hanya akan ditemukan pada event khusus dan jumlahnya pun akan sangat jarang. ‘Dan sekarang itu adalah tiga plus yang belum pernah aku lihat’ Jujur aku sangat tertarik dengan quest yang terlihat sama seperti quest yang sering aku jalani, namun dengan hadiah yang berbeda. *** Pada akhirnya aku menerima quest itu karena penasaran. Tapi itu memang seperti Quest Seperti biasa, aku membantu Sonya melayani pelanggan yang mulai ramai saat jam istirahat. Caffe ini memang tidak hanya menjual kopi tapi juga berbagai macam kue dan manisan. Pelanggan yang kebanyakan adalah para perempuan baik Npc maupun pemain membuatku betah bekerja membantu Sonya. Lalu akhirnya malam pun datang, coffe shop sudah waktunya berganti menjadi bar. Setelah kami membereskan tempat itu manejer lain yang merupakan sepupu laki-laki Sonya menggantikan posisi wanita itu untuk mengurus sif malam. Ding “Ah, aku sangat tertolong, terimakasih Rif aku berhutang padamu.” dengan wajah yang memerah karena alkohol, Sonya mengajakku minum setelah berkerja. “Haha… itu bukan masalah besar.” balasku sambil menatap 25 perak dari hasil pekerjaanku. Aku mendapat bonus 5 koin dari yang seharusnya karena memutuskan untuk lembur. [Selamat Quest telah berhasil di selesaikan. Tingkat kedekatan dengan Npc Sophia akan naik ke level berikutnya] Walaupun notifikasi mengatakan itu tapi tidak ada perubahan apapun pada status hubunganku dengan Sonya. Apa jangan-jangan terjadi sebuah kesalahan?. Ketika aku memikirkan tentang keanehan ini, tiba-tiba sepupu Sonya memintaku untuk mengantar wanita itu untuk pulang karena sudah terlalu mabuk. Akhirnya aku pun membawa Sonya menuju rumahnya yang terletak tepat di depan caffe. Singkat cerita aku berhasil membawa pulang wanita itu kerumahnya, itu adalah rumah yang cukup rapi menurut ku. Aku yang kebingungan mencari kamar Sonya akhirnya bertanya pada wanita itu, tapi yang aku dapatkan justru sebuah ciuman, ciuman yang begitu penuh nafsu. Aku sedikit terkejut ketika Sonya melakukan itu, tapi aku tanpa menolak menikmatinya dan membalas ciuman itu dengan meremas bokon* wanita itu lalu mengangkatnya ke atas meja. “Haaah aaakh haah ..” nafas Sonya menjadi tidak beraturan setelah daerah kewanitaannya sedang aku permainkan. Seakan sangat menikmati permainanku, wanita berambut pirang itu melebarkan kakinya. Tanpa melepas rok yang dia kenakan, aku menari celana dalam merah yang begitu sexy lalu segera membenamkan kepalaku diantara kedua paha Sonny. “Emmmh akh ooohhh...” Sonya terlihat sangat menikmati permainan lidahku, dia menarik-narik rambutku saat merasakan kenikmatan luar biasa. Hingga tidak lama kemudian dua akhirnya sampai puncak “Oooohhh… fu**.” Dia sangat menikmati lidahku yang berkualitas memasuk kedalam dirinya, hingga akhirnya dia tidak tahan untuk keluar. Desahan kenikmatan Terdengar begitu merdu diiringi dengan air mancur yang begitu deras mengalir. Setelah itu kering, aku segera melepas celana dan bersiap melanjutkan ronde berikutnya. Sonia menggigit bibirnya sendiri setelah melihat pusaka yang aku miliki. Dua kemudian semakin membuka dirinya hingga menunjukkan jalannya padaku dengan dua jari. “Aaahh.. emmmhh... ” rintihan wanita itu tidak dapat ia tahan ketika aku mulai masuk kedalam dirinya. Malam itupun kami saling memadu kasih hingga berjam-jam. Kami saling memuaskan hasrat terpendam kami bersama-sama.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN