[Menerima kunci rumah Sonya. Sekarang pemain dapat menjadikan rumah Npc Sonya sebagai sport login atau kebangkitan setelah kematian]
Suara sistem terdengar setelah aku menerima kembali kunci yang sebelumnya sempat aku berikan pada Sonya. Aku sangat senang mendapat titik login lain selain alun-alun kota yang seringkali dipenuhi oleh pemain preman dan pencopet.
Setelah aku mengambil kembali kunci itu aku segera berpamitan pada Sonya dan segera menuju ke perserikatan adventure yang kemarin tidak jadi aku datangi karena quest dari Sonya. Tempat dimana para pemain dapat mengambil quest dari para Npc yang tertera pada sebuah papan besar dengan berbagai tingkatan kesulitan dan hadiah sesuai tingkatan quest tersebut. Sebuah sistem yang sangat klise dalam setiap cerita tentang abad pertengahan di dunia fantasi.
“Ramai seperti biasa, tidak mungkin jauh lebih ramai dari biasanya.”
Memasuki gedung perserikatan aku mendapati tempat itu dipenuhi oleh player maupun Npc dalam jumlah yang besar. Merasa ada sesuatu yang sedang terjadi aku segera menguping pembicaraan orang-orang.
“Sarang goblin?, Bukankah itu hal yang mudah membantai makhluk lemah itu apa yang harus dikhawatirkan?.”
“Kawan jangan meremehkan monster hijau itu, mereka seperti jamur di musim hujan, tumbuh dalam jumlah yang tidak terbayangkan. Jika tidak dimusnahkan maka akan sangat merepotkan, sudah terjadi setiap tahun dimana mereka mengacaukan panen kota ini.”
Dari informasi yang aku dapat setelah menguping pembicaraan seorang player dan Npc, diketahui jika ada sebuah sarang goblin yang muncul di dekat kota. Sepertinya ini sebuah event yang terjadi setiap tahun di kota ini.
“Goblin kah.”
Setelah merasa cukup dengan menguping pembicaraan orang lain, aku segera kembali berjalan menuju resepsionis yang terletak di pojok lobi perserikatan petualang. Ada 4 resepsionis di balik meja yang dipagari jeruji pembatasan di sanalah para pemain bisa melaporkan penyelesaian Quest atau menjual berbagai bahan material. Keempat resepsionis itu memiliki wajah yang rupawan, satu pria yang tampan menjadi idaman para wanita sementara tiga lainnya wanita-wanita cantik yang sangat menggoda. Sepertinya pemilik dari perserikatan sangat memahami cara untuk memikat para petualang.
“Mungkin karena sebagian besar petualang adalah lelaki, maka resepsionis wanita di belakang meja jauh lebih banyak.”
Menghentikan langkah kaki aku berdiri di depan salah satu konter yang dijaga oleh seorang wanita berambut hitam pendek dan kacamata di wajahnya. Dia benar-benar tipe sekretaris Onee-san yang luar biasa.
“Pagi Tris!.”
“Hemm… oh Rifat, kau datang!.”
Resepsionis Tris terlihat terkejut dengan Kedatanganku, itu membuatku merasa aneh padanya.
“Ya tentu, bukankah aku sudah setiap hari kemari?.” mendengar perkataan ku membuat Tris tersadar lalu ia berusaha untuk menenangkan diri.
“Ghom, yah aku kira kau akan pensiun dari dunia petualang setelah semalam bersama dengan Sonya.”
“Whaha… bagaimana kau tahu!.”
“Yah, wanita itu sendiri yang berbicara ketika pagi tadi aku mengunjungi kedai kopi miliknya.”
“Huwaa…”
Seketika aku panik mengetahui jika Sonya memberitahu pada Tris jika kami telah melalui malam bersama.
“Fufufu... Sonya mengatakan jika kau benar-benar ahli melakukannya, itu membuatku sedikit cemburu.” Tris mengatakan itu dengan wajah yang memerah seolah terangsang dengan pikirannya sendiri.
“Jika seperti itu aku mungkin bisa mengajakmu makan malam hari ini.”
“Pfft hahaha… itu ajakan yang sangat terus terang, aku suka itu tapi aku tidak mau bahkan berjalan dengan seorang petualang yang belum mencapai tenk silver.”
Tris menolak ajakan ku seolah sistem game ini memang di buat agar seseorang yang ingin mendekati gadis resepsionis ini harus menaikkan peringkat petualang mereka hingga silver. Ngomong-ngomong tingkat silver berada di peringkat ke 4 yang di awali dengan kayu lalu besi kemudian perunggu setelah itu baru silver. Saat ini aku berada di peringkat perunggu, jika aku bermain secara serius mungkin aku sudah mencapai peringkat kelima yaitu gold. Tapi aku hanya berniat bermain secara bebes yang membuatku terhenti di perunggu
“Well aku rasa hanya beberapa poin yang dibutuhkan untuk naik hingga rank silver, jadi persiapkan dirimu setelah itu terjadi.”
“Haha… ya cepatlah naik rank, aku tidak sabar menanti ajakan makan malam dari mu.”
Wanita itu membalas ku dengan penuh senyuman seolah memang tidak sabar menantikan kencan bersamamu, sementara itu banyak pria di sekeliling kami yang terlihat tidak menyukai kedekatan kami. Tanpa memperdulikan mereka yang menatapku dengan intimidasi, akhirnya aku mengambil beberapa quest yang akan membuatku cukup mendapat poin untuk menaikkan rank jika berhasil menyelesaikan quest.
“Apa kau yakin akan mengambil quest ini?, Walaupun kau adalah seorang traveler tapi kau harusnya berhati-hati, jangan terlalu gegabah mengambil keputusan.” Tris mengingatkanku jika misi yang aku ambil memanglah cukup berbahaya bagi para pemula. Sepertinya sudah banyak korban dari quest ini sebelumnya hingga membuat Tris begitu khawatir pada para petualang yang mengambil quest ini. Tapi setelah aku mengingatkan jika para player memiliki berkah yang membuat mereka dapat kembali dari kematian, membuat kecemasan Tris memudar.
***
“Hari yang tidak menyenangkan.” gumam ku ketika melihat kerumunan di alun-alun.
Kota yang aku tempati bukanlah tempat favorit para player karena berbagai alasan. Salah satunya karena monster disekitar tempat ini tidaklah kuat sehingga player yang ingin menaikkan kekuatan mereka memilih tempat lain. Namun karena kemunculan dungeon yang begitu langka di game LHO, membuat para player veteran mendatangi kota ini. Dan itu membuatku yang lebih senang dengan kehidupan dengan menjadi agak terganggu.
“Aku tidak menyangka jika di kota kecil ini menyimpan quest yang membuat seseorang menjadi petualang rank gold jika berhasil.”
“Benar, jika ketua dapat menyelesaikan misi ini maka guild kita akan mendapatkan petualang tingkat emas lain selain pemimpin guild.”
“Guild kita akan naik peringkat hingga menembus 10 besar bukanlah mimpi lagi.”
Beberapa pemain yang mengenakan perlengkapan berlambang burung biru yang merupakan lambang dari guild Sky bird terlihat berada di mana-mana. Sepertinya mereka berkumpul karena ada Quest khusus yang sedang mereka jalani.
“Garda Sky bird, guild Mafuyu. Apakah dia ada di sini?.”
Merasa penasaran aku mencari di sekitar alun-alun, hasilnya seperti yang aku duga Mafuyu menang bersama kelompok guildnya. Aku sempat bertemu dengan mufuyu dan kelompoknya, serta pacarnya tentu saja. Beberapa anggota party Mafuyu adalah teman satu sekolah yang tentu saja mereka mengenaliku. Mereka sempat memintaku untuk bergabung dengan kelompok penaklukan guild, namun aku menoleh dengan alasan sedang dalam menjalankan quest.
Pada akhirnya aku berpisah dengan kelompok Mafuyu tanpa masalah, namun sampai akhir pertemuan kami tampaknya pacar temanku itu terlihat tidak suka dengan keberadaan ku. Namanya adalah Kenji, dia adalah senior kami di sekolah. Wajahnya yang tampan membuat banyak gadis mengidolakannya, itu membuatnya terlihat agak sombong dan yang paling menyebalkan darinya adalah pandangannya pada orang lain selain temannya. Dia mengaggap jika orang lain selain anak-anak di dalam kelompoknya bukanlah siapa-siapa dan mengaggap mereka memiliki derajat yang lebih tinggi dari yang lain.
Karena sifat itulah dia tidak begitu menyukaiku yang bukan salah satu dari kelompoknya. Dulu dia pernah menawarkan untuk bergabung dengan kelompoknya yang tentu saja alasannya karena aku adalah teman dekat dari pacarnya Mafuyu. Tapi aku menolak dan itulah yang membuatnya semakin tidak menyukaiku, sepertinya penolakan ku waktu itu membuatnya sakit hati.
***
Aku tidak mengira jika quest yang aku ambil akan menjadi begitu menyulitkan. Setelah memasuki hutan dan melacak keberadaan target, aku menemukan seekor babi hutan raksasa berbulu merah yang tidak lain adalah target penakluk quest. Berserkboard mamanya.
Menangani monster ini bukanlah hal yang sulit bagiku, babi merah ini memiliki serangan yang mudah diprediksi. Tapi kuatnya pertahanan dan tebalnya poin kesehatan monster ini membuatku harus berurusan dengannya cukup lama.
Grooookkkkk
Babi hutan merah ini terlihat begitu marah ketika semua serangan yang dia tujukan padaku tidak kunjung mengenai targetnya. Sementara kesehatannya sudah hampir habis, hanya tersisa 5% setelah aku menyerangnya selama 10 jam tanpa henti. Hari telah berganti sore, namun setelah begitu lama bergulat dengan Monster ini aku tidak sekalipun mengalami kelelahan. Akibat dari job Casanova yang aku miliki membuat stamina ku pilih begitu cepat.
Gungiiiikkk
Tiba-tiba saja babi hutan itu berteriak-teriak begitu keras lalu berbalik dan mulai melarikan diri. Padahal hanya tinggal beberapa kali serangan untuk menyelesaikan pertarungan panjang ini. Tidak ingin jika target buruan lari begitu saja aku pun segera mengejarnya. Beberapa kali aku menembaknya dengan panah untuk mengurangi kesehatannya, namun karena panah yang aku gunakan adalah tingkat dasar membuat kerusakannya tidak begitu besar.
Babi merah terus berlari, aku tidak tahu apakah tujuannya adalah untuk menghindar dariku atau ada tujuh lain. Hingga aku mengetahui alasannya saat babi itu menyerang seseorang yang sepertinya adalah pencari herbal di hutan ini.
Grok Groook.
Kyaaaaa...
Babi raksasa itu menyerang seorang wanita dengan menggigit keranjang yang dijadikan tempat menampung herbal di punggungnya.
“Sial dia ingin menyembuhkan diri dengan mengkonsumsi herbal-herbal itu.”
Aku berniat untuk menghentikan monster yang sedang berusaha untuk memulihkan diri, tapi melihat jika wanita yang sedang dalam bahaya aku segera memutuskan untuk menyelamatkannya lebih dulu.