Jam menunjukkan pukul setengah satu malam saat Karin keluar dari ruang baca sambil menguap lebar. Gadis itu merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku lalu menjatuhkan diri di sofa ruang tamu, tepat di depan Petra. “Aku seharusnya banyak tidur saat Kara tak banyak kerjaan.” Kata gadis itu lalu meneguk air putihnya yang ada di meja. Gadis itu sadar bahwa jika jadwal Kara sudah kembali padat, ia akan kembali kekurangangan waktu tidur. “Tapi aku senang, aku benci hanya duduk- duduk di rumah seharian.” Karin berdiri lalu pergi menuju dapur untuk menyeduh cokelat hangat. “Tolong berikan ini pada Kara.” Pinta Karin pada Petra yang langsung mengangguk. Gadis itu menjauhi Petra dan masuk ke kamarnya. Petra membawa gelas berisi cokelat hangat itu ke r

