Kinan sedang fokus menggerak- gerakkan jarinya di atas keyboard laptopnya saat bel rumahnya berbunyi. Ia menatap Raihan yang tengah asik menonton televisi lalu beranjak dari tempat duduknya untuk membuka pintu. “Taraaaaa.” Kara berteriak tepat saat pintu berbahan kayu jati di depannya terbuka lebar. Kinan tersenyum lalu menyuruh ketiganya masuk. Kara langsung menghampiri Raihan dan memeluk anak itu, sementara Karin menaruh bawaannya di atas meja ruang tamu. “Kamu mau piknik?” tanya Kinan saat melihat Kara membawa begitu banyak makanan. “Aku tadi pergi ke kantormu, tapi pegawaimu bilang kamu pulang cepat hari ini.” Kata Karin. Kinan membenarkan, ia memutuskan pulang lebih cepat untuk menyesaikan naskahnya. Sep

