Setelah Arvin menjawab pertanyaan dari laki-laki yang merupakan anggota serta adik kelasnya itu, tak ada lagi yang bersuara. Para anggota ekstra berdiri sampai saat ini pun juga tetap mempertahankan ekspresi kecewanya. Sedangkan Arvin, cowok itu kembali berdiam diri ditempatnya, dia menjadi bingung sendiri harus melakukan apa untuk bisa membuat para anggotanya agar sedikit lebih tenang. Arvin bukannya tak tahu bahwa kebanyakan dari anggotanya benar-benar mengharapkan event di luar kota ini akan tetap terlaksana. Bukannya, Arvin juga sudah mengusahakan dengan sebaik mungkin agar event yang dia ajukan bisa disetujui dan tetap bisa terlaksana. Tentunya, dalam mengupayakan menyusun kegiatan event itu, cowok itu juga banyak dibantu dengan rekan seangkatannya, khususnya yang memiliki jabatan

