Begitu Qila memutuskan untuk menyetujui keputusan Arvin, terdengar dengusan napas malas dari Gladis. Gadis itu nampak sangat jengah dengan Qila yang terus saja menurut dengan pendapat Arvin dan terus saja mengikuti apa yang sudah Arvin putuskan. Padahal, menurut Gladis, Kakaknya itu tak perlu terus di turuti, atau laki-laki itu akan menjadi sangat pengatur untuk diri Gladis ke depannya. Namun, Qila tetaplah Qila. Gadis itu terlalu mudah percaya dengan seseorang. Namun, tak urung juga Gladis yakin bahwa sebelumnya Qila memang juga sudah memikirkan semua keputusan yang dia ambil. Tidak serta merta menerima mentang-mentang Arvin yang menyarankan keputusan itu. Menurut pemikiran Gladis sejauh ini, Qila dan Arvin itu memiliki pemikiran yang sama. Car berpikir kedua manusia itu benar-benar sam

