Gladis sampai di lapangan dengan tepat waktu. Jelas tepat di saat Kakaknya menyatakan perasaannya kepada Qila. Gladis berdiri tak jauh dari lapangan tempat dimana Arvin dan Qila berada. Tempat dimana Kakaknya itu sedang menyatakan perasaannya kepada sahabatnya. Gladis tersenyum haru melihat adegan yang ada di depannya, apalagi ketika Qila menjawab pernyataan cinta Arvin dengan anggukan serta senyuman yang nampak sangat lebar itu. Gladis rasanya hanya bisa gigit jari saja melihatnya. Kalau ditanya bagaimana perasaan Gladis sekarang ini, Gladis mungkin bisa dengan yakin berkata bahwa perasaannya saat ini sudah jauh lebih baik lagi. Dia bahagia sangat. Dia bahagia untuk Kakaknya dan untuk sahabatnya. Mengetahui bahwa sahabatnya memiliki potensi besar menjadi Kakak iparnya di masa depan mem

