CHAPTER 48

1083 Kata

Disisi lainnya, setelah sepeninggalan Ghea dan Leta tadi, baik Qila, Gladis, Arvin, Putra maupun Doni pada akhirnya memutuskan untuk kembali ke kelas mereka masing-masing karena jam istirahat kedua juga sudah hampir habis. Mereka tak mau banyak mengambil resiko telat masuk kelas. Untuk permasalahan kejadian di kantin tadi, Arvin sudah mengatakan kepada Qila bahwa semuanya akan di bahas nanti sepulang sekolah. Arvin mengajak Qila, Gladis, Putra serta Doni untuk mampir terlebih dahulu ke sebuah cafe untuk membahas semua permasalahan yang terjadi. Sedangkan Gladis, mulut gadis itu jujur saja sudah sangat gatal ingin membahas kejadian tadi dengan Qila sendiri di kelas mereka. Melihat Qila sekeren tadi, Gladis bahkan tak bisa berhenti berdecak kagum karenanya. Qila benar-benar di luar dugaan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN