"Ana, Riana Arsalina Candra Putri, aku cinta sama kamu." Cinta bukan hanya tentang perasaan, tetapi juga penyatuan dua hati, dua insan. Bukan hal yang mudah bagi Ana menerima Ryan begitu saja, dia tak pernah merasa percaya diri jika dicintai Ryan, perlahan kemelut batin menyeruak dalam hatinya. Pagi ini Ryan menyatakan cintanya dengan sungguh-sungguh untuk Ana, terlalu cepat bagi Ana untuk membuka mata dan menerima Ryan. Apa yang akan dikatakan Ryan seperti tidak ada pertimbangan apapun, begitu ringan dan keluar begitu saja dari bibirnya, namun sayangnya hal ini terlalu berat untuk Ana, dia gadis biasa, hanya lulusan S1 yang bahkan kini tidak bisa melakukan pekerjaan apapun, kesehariannya hanya duduk membantu ibunya menjahit, dia pengangguran, Ryan dokter spesialis bedah, dia cacat, Ryan

