"Selamat pagi, apa saya bisa bertemu dengan Ramdan?" Sudah dua bulan lamanya Ramdan tidak pulang tidak juga sekolah, entah kemana Agatha pun tak tahu, Ramdan menghilang tanpa jejak. Agatha merasa gelisah tetapi dia memutuskan untuk mencari Ramdan ke rumah ibunya yang lama. "Ramdan?" Agatha menyerngitkan dahinya ketika melihat ekspresi ibu angkat Ramdan, ekspresi itu menggambarkan seolah tidak tau Ramdan bahkan seperti acuh dengan kepergian Ramdan. Agatha sebenarnya ingin marah dengan ibu angkat Ramdan, bagaimana bisa anaknya yang hilang tidak sama sekali dicari. Agatha mengurungkan niatnya bertanya lagi. Dia menarik nafas, menatap dalam mata ibu angkat Ramdan. "Tante, seenggaknya seorang perempuan memiliki nurani melindungi ketika telah dipanggil ibu." Agatha hanya mengucapkan hal i

