Eps 7

2060 Kata

Zahra menatap layar handphonenya, notifikasi dari Amar, ia membuka dengan cepat pesan itu “Assalamualaikum mbak Zahra, saya mau membicarakan tentang perkenalan keluarga kita, bagaimana ya mbak? Kapan saya bisa berkunjung kerumah mbak Zahra, dan juga saya minta alamatnya” Zahra tak mampu menahan tangisnya membaca pesan dari Amar, baru saja dia jatuh cinta dengan pemuda ini, namun pernikahannya telah diatur, tidak dengan Amar ataupun lelaki lainnya, namun dengan Lukman. Kini dia tak bisa lagi mengutamakan rasa cintanya, diapun terlanjur menyetujui didepan keluarga besar, seperti teriris oleh belati, hatinya yang terluka akan sembuh seiring waktu, Zahra selalu pasrah dan percaya rencana Allah akan lebih baik dari apapun. Lukman bukanlah lelaki yang memiliki perasaan halus, bukan lelaki yang b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN