Kena Imbas

1218 Kata

“Semoga kalian bertengkar!” Angga tersenyum sinis di depan pintu cafe. Ia melanjutkan langkahnya menuju parkiran dan mengambil motor yang sedari tadi diparkirkan di sana. Angga sudah terlalu lama berada di cafe itu, duduk di suatu sudut dengan masker terpasang rapi di wajahnya. Ia sibuk berpura-pura membaca buku, demi melihat adegan memuakkan dari papa dan mama baru yang tak pernah ingin diakuinya. Ia mengamati bagaimana Selly mengadu dan menangis entah karena apa, karena suasana ramai dan riuh pengunjung sangat tidak mendukung untuk menguping pembicaraan mereka. Ditambah alunan musik pop yang semakin membuat Angga menggelengkan kepala. Sebuah ide gi la terpikirkan oleh Angga, seperti bola lampu kuning yang muncul di atas kepalanya, layaknya di sebuah film-film kartun yang sering ditonto

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN