Pelukan yang Paling Dirindu

1255 Kata

"Mama ...," lirih Angga memanggil. Matanya terus menatap ke depan, dengan cairan yang menggenang di matanya. "Ma ...," Angga kembali memanggil lirih. Sementara di sana Nindita tersenyum padanya. Namun, Angga dengan jelas melihat ia menyeka sudut matanya berkali-kali. Menangis sama oersisiy seperti dirinya. Angga berjalan ke depan, masih menatap lurus ke arah mamanya. Nindita juga melakukan hal yang sama. Keduanya berjalan hingga mereka bertemu di halaman yang di sampingnya ada bunga-bunga yang tak lagi terawat. Angga dan Nindita berdiri dalam jarak dekat, saling memandang untuk sesaat, dengan tetesan air mata yang tak bisa berhenti dari keduanya. Bahkan tubuh Angga bergetar menahan isak tangis yang semakin tak terkendali. Segera saja Nindita memeluk Angga. Pelukan yang begitu diinginka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN