Perhatian yang Terbagi

1600 Kata

Angga pulang sekolah lebih awal karena hari ini tidak ada jadwal latihan basket. Ia memarkirkan motornya, membuka helm dan masuk ke dalam rumah. Di rumah terlihat sepi, padahal biasanya riuh suara Inaya dan Khanza mendominasi saat ia pulang sekolah. Ia ingin naik ke kamar dan mencari keberadaan adiknya. Namun, saat ia melewati ruang keluarga, ia melihat mamanya terbaring tak berdaya di sofa. “Ma!” panggil Angga. Ia mendekat dan memeriksa kondisi Nindita yang terbaring di sana dengan kunci mobil di tangannya. Angga panik saat tangannya menyentuh dahi Nindita. Suhunya panas dan perempuan itu terlihat pucat. Nindita terlihat sangat lemah dengan mata yang terpejam, tapi masih sadar dan cukup lega saat menyadari Angga kini berada di dekatnya. “Ma, kita ke rumah sakit sekarang!” Nindita men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN