Luka Hati Nindita

1162 Kata

"Mama!" "Za!" "Naya!" "Ma ... Mama!" Sore hari Angga pulang dari latihan basket di sekolah. Ia memanggil mama dan dua adiknya karena rumah terlihat seperti tak berpenghuni. Bahkan ruangan yang mulai sedikit gelap, belum mendapat penerangan seperti biasanya. Mbok Wati di jam seperti itu akan pulang sebentar ke rumahnya, dan balik saat hari akan magrib. Angga naik ke kamar adiknya, karena di bawah sana ia lihat mobil mama terparkir dengan rapi. Namun, tak ada tanda-tanda Nindita berada di rumah. Angga membuka pintu kamar Khanza, lalu mendekat pada gadis itu yang terlihat sedang tertidur. Ia menggoyangkan tubuh adiknya untuk membangunkan. Seketika Khanza terbangun dan melihat Angga di dekatnya. Inaya pun ikut terbangun. "Mama mana, Za?" tanya Angga, meskipun terlihat Khanza masih mengu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN