Suasana rumah benar-benar kaku dan beku, bukan karena tak lagi terawat, tapi karena penghuninya tak lagi saling menyapa. Tidak ada Nindita di rumah itu benar-benar membuat rumah terasa gelap dan mati. Semua orang terlalu sibuk dengan aktivitas masing-masing. Sibuk mengabaikan satu sama lain. Mereka bertemu, tapi saling diam dan berlalu pergi. Sebuah keadaan yang tak pernah terbayang sebelumnya. Dulu, selalu ada kerinduan saat sehari saja tak bertemu. Namun, sekarang mereka mengelak untuk saling menatap muka. Bahkan, Inaya yang dulunya sangat manja dengan Bima, kini hanya diam ketika bertemu. Ia tak membenci begitu kentara, tapi juga tak bisa sehangat dulu. "Kita makan di restoran ya, Naya sama Kak Khanza bisa pesan apa aja yang kalian suka." Setelah beberapa waktu menjalani kehidupan y

