Begitu tiba di rumah, Tara segera masuk ke dalam, terlihat begitu terburu-buru seakan ia begitu tersiksa dengan kebersamaan singkat mereka. Walau mencoba tidur dan beristirahat, Tara tak mampu melakukannya. Entahlah, berada di dekat lelaki itu membuat dadanya dipenuhi rasa sesak yang menyiksanya sanubarinya tanpa ampun. Sementara itu Abimanyu membawa semua barang mereka ke dalam rumah dan menyusul langkah Tara. Perubahan Tara dan senyap di antara mereka membuatnya tak suka, semuanya terlalu mendadak, seakan hatinya belum siap. Aneh, padahal dirinya yang dulu merasa sesak dengan kebersamaan mereka, namun sekarang semua terasa berbeda. Abimanyu tersenyum masam saat masuk ke dalam rumah dan tak menemukan Tara. Ia menebak jika wanita itu langsung pergi ke kamar, tempat yang beberapa bulan in

