Dania menatap kagum sekitarnya. Tempat mereka berada sekarang adalah ruangan vip yang tertutup, Dania merasa bahagia diperlakukan sedemikian spesialnya oleh Abimanyu. Tidak lama menunggu, makanan dihidangkan di meja mereka. Abimanyu menggenggam erat tangan Dania, hendak meyakinkan dirinya jika semua inilah yang ia inginkan. “Kamu mau keluar dari pekerjaanmu yang sekarang, lalu mau pindah ke mana?” tanya Abimanyu di sela pembicaraan mereka. Rasanya, ingin Abimanyu menyelipkan pertanyaan tentang Tara, namun lidahnya terasa kelu. Ia takut, Dania akan mencurigainya. “Sebenarnya aku sudah mendapatkan tawaran pekerjaan. Selama dua minggu nggak hadir ke kantor lama, aku sudah training di kantor baru.” “Harusnya, kamu menyelesaikan dulu semua pekerjaanmu di kantor lama dan mengajukan surat pemu

