Hati Dania berbunga-bunga, senyum tak pernah meninggalkan wajahnya. Setelah pengakuan Hari tadi pagi, Dania semakin bahagia. Pria itu membuatnya merasa seperti seorang ratu. Bagaimana tidak? Pria itu bahkan menyuruh rekannya mengerjakan pekerjaannya, sementara hari membawa Dania makan siang di luar. Dania bahkan menikmati banyak tatapan iri yang dilemparkan padanya, membuat Dania kembali merasa hidup dan tertantang. Tak ada lagi tatapan benci atau jijik yang akhir-akhir ini diterimanya karena Abimanyu dan juga Tara. Harusnya, ia tak memaksakan untuk bersama dengan pria yang membawa begitu banyak penderitaan bagi hidupnya yang semula tentram. Dania yang telah menyelesaikan pekerjaannya, sengaja menunggu sampai ruangan menjadi sepi agar bisa berduaan dengan Hari yang tadi siang mengajaknya

