Hari demi hari berlalu tanpa kenyaman dan juga rasa aman yang Abimanyu butuhkan. Kebersamaannya dengan Dania tak seperti apa yang ia pikirkan selama ini. Mungkin benar, tak pernah ada rasa yang nyata di antara mereka. Dania hanya cocok sebagai pelariannya saja, saat ia membutuhkan persembunyian dari dunia nyata yang memusingkan. Wanita itu tak pernah bisa menjadi tempatnya pulang dan bodohnya Abimanyu baru menyadari semuanya sekarang. Setelah ia kehilangan begitu banyak hal berharga dalam hidupnya. Semua kecurigaan Abimanyu tentang Dania terbukti benar. Seminggu belakangan, Dania selalu beralasan jika Abimanyu mengajak wanita itu bertemu. Ia bahkan tak lagi tinggal di apartemennya, selalu tak bisa ditemui di kantor. Sikap Dania perlahan membuat Abimanyu sadar, jika apa yang ada di antara

