Abimanyu membantu memasukkan semua barang bawaan Derry ke dalam bagasi, lalu kakak beradik itu segera mengisi bangku depan, sementara Abimanyu hanya bisa melambaikan tangan di udara mengantar kepergian karibnya itu. Ada rasa tak enak yang memenuhi bathinnya, namun ia tak bisa berdebat terus-terusan dengan Tara, tak ingin semakin memperparah hubungan di antara mereka. Biarlah kali ini dirinya yang mengalah. Derry memalingkan wajahnya pada Tara saat tak melihat lagi sosok Abimanyu di belakang mereka. Ia menatap adik semata wayangnya itu dengan meneliti. Derry tahu benar, ada yang wanita itu sembunyikan darinya. Walau keduanya bersikap baik-baik saja, terkadang Derry mampu merasakan kecanggungan di antara keduanya, seakan mereka tak suka berdekatan. “Kalian pasti lagi berantem,” tebak Derry

