Semua Yang Tak Direncanakan

1143 Kata

Jam makan siang telah tiba. Ruangan yang biasanya terdengar ramai dengan pembicaraan Tara dan Dania tak begitu hari ini, membuat orang yang berada di ruangan yang sama mulai bertanya-tanya apa yang terjadi pada keduanya. Mengapa kedua orang yang suka berbagi banyak hal itu, kini tampak sangat sibuk hingga tak ada dari keduanya yang mau saling berpandangan sama sekali. Keduanya bersikap cuek, bagai angin yang terasa namun tak terlihat. “Ra, Nia … kalian nggak keluar makan siang?” Tanya Dani yang tidak lain adalah rekan kerja seruangan dengan keduanya. Kedua wanita yang disebutkan nama itu menoleh ke sumber suara, lalu saling menatap sekilas. “Aku udah janjian sama Wulan. Bentar lagi keluar.” Dania tersenyum kikuk, lalu berkata. “Aku mesen makanan online.” Andi menatap keduanya secara be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN