Perjalanan singkat itu kembali membawa mereka ke rumah yang dulu begitu suka Tara singgahi. Tempat di mana ia merasakan kehangatan, kini tak lagi terasa sama dan semua itu berkat keegoisan Abimanyu dalam memusnahkan cinta mereka. Tara membawa semua belanjaannya, tak bertanya ataupun mengajak Abimanyu turun, lalu dirinya segera berjalan memasuki rumah begitu Abimanyu memarkirkan mobilnya. Ia tak mau berjalan berdampingan bersama pria itu, tak juga ingin mengunggu, sekarang ia lebih suka bila ada jarak di antara mereka. Ruang yang tak seharusnya mereka sentuh dan sengaja dibiarkan kosong agar mereka tak harus lagi berpura-pura cinta. “Kalian sudah pulang. Gimana jalan-jalannya tadi?” Sarah menyambut keduanya dan melirik barang bawaan Tara, “Baru kali ini mama lihat kamu semangat sekali bel

