Akan Keluar dari Perusahaan

1525 Kata

Pagi itu, sinar matahari menembus dedaunan pepohonan yang berjajar di sekitar gedung kampus, menciptakan bayangan lembut di trotoar yang dipenuhi langkah-langkah mahasiswa yang berlalu lalang. Di antara keramaian itu, Bagas melangkah masuk ke area kampus dengan wajah yang muram. Pikirannya kacau setelah mendengar kabar tak terduga yang baru saja sampai di telinganya. "Lo udah punya pacar, Din?" tanya Sesil dengan nada penasaran, sambil memelototi sahabatnya, Diana. Diana yang tengah berdiri di samping Sesil, melirik sekilas ke arah Bagas. Mata mereka bertemu sejenak. Diana bisa melihat perubahan di wajah Bagas, meskipun ia berusaha keras untuk tetap tenang. Ada sesuatu yang berat di balik tatapan itu. Namun, Diana tak bisa membiarkan pikirannya teralihkan. "Canda," ucap Diana pelan,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN