Wajah Pucat Diana

1309 Kata

“Diana, tunggu!” Suara Sean menggema di lobi gedung, menggema hingga merasuk ke hati Diana yang mencoba mengabaikannya. Sean berhasil meraih tangan Diana yang baru saja hendak keluar dari gedung. Sentuhannya tegas, penuh rasa yang ingin disampaikan tanpa kata-kata. “Kamu mau ke mana, Diana? Kenapa pergi gitu saja?” tanyanya, suaranya merendah, namun ada nada gentar yang tak bisa disembunyikan. Jemarinya menggenggam tangan itu erat, seolah takut kehilangan. “Mau makan siang bareng dia, kan? Dia bawa makan siang juga tuh! Maaf, udah ganggu!” Diana menatap Sean dengan sorot mata tajam, matanya seperti bilah pedang yang menusuk tanpa ampun. Ia melepaskan genggaman tangan itu dengan kasar, hingga lengannya terasa perih, namun tak sebanding dengan luka yang ia rasakan di dalam dadanya. Sea

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN