"Ada satu lagi yang kau belum tahu!" Suara Alastair lirih, seperti angin yang berdesir di musim semi. "Oh ya? Dan apakah itu?" Jika ada sesuatu yang belum diketahui Jazlyn tentang Alastair, itu pastilah satu dari ribuan karakter buruk yang lelaki tersebut miliki. "Aku juga kekasih yang pengertian!" Suara Alastair lebih lirih, bagaikan janji terlarang yang coba disuguhkan oleh seorang penggoda di malam hari. Tubuh Jazlyn kaku. Kedua tangannya saling terjalin dengan erat di depan d**a, membiarkan pikiran pribadinya melayang-layang. Kekasih yang pengertian? Oh. Lucu. Sangat lucu. Sulit dipercaya jika Alastair mampu menjadi kekasih yang pengertian. Jika ia cukup mengerti, kenapa dulu Putri Sia memilih pergi dari sisinya bahkan dengan resiko menghancurkan perjanjian darah? Seorang

