Alun-alun menjadi ramai saat rumor pertandingan persahabatan mulai tersiar. Para pemuda dari dua klan lain yang telah kembali ke wilayah mereka, kini datang kembali ke alun-alun untuk menyaksikan pertandingan persahabatan antara Jazlyn dengan Armand. Salton duduk di sebuah kursi anyaman dengan tenang. Di sisinya, duduk Putri Agie yang tampak khawatir. Jazlyn masih dianggap terlalu sebentar melakukan pelatihan. Sementara, Armand adalah salah satu pemuda dengan potensi memuaskan. Pertarungan ini rasanya tak seimbang. "Duduklah dengan tenang, Agie!" Delios mengingatkan, ikut cemas dengan reaksi Putri Agie. "Jika Jazlyn kalah, maka hari-hari ke depannya pasti tak mudah. Aku lebih suka melindunginya secara pribadi dan menempatkannya di ruangan tersendiri jika ia dibully oleh orang lain!"

