"Kinkin," panggil Ajisaka menyadarkan Kinara dari lamunnya. Sepanjangan perjalanan tadi Kinara lebih banyak terdiam dan membuang muka ke jendela di sebelah kirinya. "Kata Wenny tadi kamu lihat Dena?" "Hah? oh.. iya, tapi.." "Tapi?" Ajisaka mendesak ingin tahu. "Masih shock aja mas, ternyata Dena beda banget dengan mbak Wenny. Dia... dia menakutkan mas. Ak- aku... masih ngeri saat ingat tatapan matanya tadi." tatapan Kinara belum ia alihkan dari jendela mobil. Mereka sedang dalam perjalanan pulang setelah sebelumnya berbelanja kebutuhan bulanan mereka di salah satu supermarket dekat rumah mereka. "Aku, aku bukan pelacûr kan mas?" Ajisaka menghentikan mobilnya seketika, demi mendengar apa yang baru saja Kinara ucapkan. "Apa? siapa yang bilang begitu?" Ajisaka menoleh pada Kinara, mobi

