Author POV Siska dan Devan kembali kerumah Devan setelah semua acara pernikahan mereka selesai. Mulai sekarang Siska tinggal di rumah Devan, sedangkan apartemennya Siska biarkan sementara kosong. Siska tidak mau menjual apartemennya karena itu adalah kenangan nya yang dengan bisa ia beli dengan hasil keringat dan kerja kerasnya. Hari memang sudah sangat larut, akhirnya mereka sampai dirumah Devan. Devan membukakan pintu mobil untuk Siska. “Silahkan bidadariku.” “Apaan sih.” Siska keluar dari mobil, namun baru berjalan beberapa langkah, Devan mengangkat tubuh Siska. “Mas Devan, turunin. Aku bisa jalan sendiri.” “Nggak mau.” “Mas, malu kalau ada yang lihat.” “Siapa yang mau lihat, disini udah sepi nggak ada orang. Lagian biarin jug

