Suasana kantor terasa sepi sore ini, padahal hari masih menunjukkan pukul lima sore. Seharusnya jejeran bilik kubikel di depan ruangan Ranis masih dipadati oleh penghuninya. Ranis mengempaskan tubuh sintalnya ke kursi besar di balik meja kerjanya. Sembari menunggu kedatangan Bima yang akan datang menjemput, gadis berkulit kuning langsat itu membenahi meja kerjanya yang dipenuhi oleh lembaran laporan hasil liputan wartawan yang berada di bawah asuhannya langsung. Bima sendiri memang tergolong dokter yang cukup padat aktivitasnya, karena selain dia praktek di rumah sakit, Bima juga membuka praktek di klinik milik ayahnya. Jadi bila Bima bisa menjemput Ranis sore begini, itu tandanya laki-laki bijak itu sedang tidak dikejar oleh kesibukannya. Ranis sudah menyelesaikan acara memb

