29. Skizoaffectif

1641 Kata

Ranis dihadapkan pada hari-hari tidak nyaman dalam hidupnya. Entahlah, kehadiran Bima masih tidak bisa memberikan efek apa pun, jiwanya masih saja terasa kosong. Jika mencintai itu mudah, kenapa tidak begitu dengan membenci? Ada yang bilang benci dan cinta itu hanya dibatasi oleh sebuah kain tipis dan tembus pandang. Benci bisa melihat cinta meski samar-samar, dan cinta bisa tersenyum pada benci dari balik kain tipis itu. Mengapa ketika Ranis telah mencoba untuk membuka hatinya pada cinta yang baru, justru cinta yang telah ia kubur sejak lama harus bangkit seolah menjadi hantu di mimpi indahnya bersama cinta yang baru. Ranis lelah harus berhadapan dengan situasi hati seperti ini. 'Kalau mau pergi ya pergi aja Dit, ngapain kamu hadir lagi sih? Aku sudah nyaman tanpa kamu.' 'Kev

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN