38. Mental Illness

2086 Kata

Hari ini dengan senyum sumringah, Aditya menghampiri rumah danau Ranis. Kali ini bukan di waktu menunggu kehadiran senja seperti biasanya. Melupakan apa yang terjadi kemarin, Aditya datang lebih pagi. Membawa sebuket bunga lili segar kesukaan Ranis. Aditya tersenyum saat melihat Ranis sedang memainkan piano. Jemari lentik Ranis menari di atas tuts mengiramakan sebuah lagu kenangan Ranis dan Aditya, dulu. Suara merdu Ranis turut mengiringi melodi piano yang tengah mengalun indah. Langkah Aditya semakin dekat ke arah Ranis. Namun karena rumah dalam keadaan sepi, derap langkahnya terdengar jelas di telinga Ranis. Dia pun tiba-tiba menoleh. "Padahal mau kasih surprise." Aditya berujar saat Ranis sudah menemukan keberadaan Aditya, beberapa langkah di belakangnya. "Tumben Dokter Bima jam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN