Bab 22

1893 Kata

Aku menatap Bang Erul dengan tegang. Kenapa aura Bang Erul yang biasa konyol berubah menjadi aura penjaga Azkaban di depan Pak Leo? Hanya karena bosku salah sangka bukan berarti dia bisa jadi jutek begini dong. "Jadi lo yang buat adik gue nangis?" Bang Erul melipat tangannya di depan d**a. Garis rahang yang disembunyikan oleh jambang halus yang ada di wajah Bang Erul mengetat seiring tatapan tajamnya pada Pak Leo. "Nangis? Tari nangis kenapa? Bukannya Tari yang nolak saya lebih dulu?" Pak Leo meliirik ke arahku yang sedang menahan napas. Oh My God. Kenapa jadi panjang begini sih urusannya? Harusnya aku tak membiarkan Bang Erul datang tadi. Kalau sudah begini, bisa dipastikan cepat atau lambat Pak Leo akan tahu alasan aku menolaknya. "Nolak lo lebih dulu gimana? Jelas-jelas keluar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN