Embusan napasnya teratur, tetapi Seruni tidak sedang tidur. Tatapannya lurus pada jejak kissmark di leher, bahu, hingga dadaa. Itu perbuatan Jagat yang di akhir pertautan intim mendesahkan nama kekasihnya. Sierra .... Di sini tak ada air mata. Seruni tak melihat ada embun di tatapannya dalam kaca. Namun, begitu hampa. Menyalakan shower, Seruni berdiri di bawah guyuran air. Hanya suara gemercik yang terkesan hidup. Tapi ... suara air yang jatuh itu terdengar menyedihkan sampai Seruni merasa tersayat dan pipinya membaur dengan lelehan air dari mata. Sementara itu, Jagat di luar. Telah dia kenakan kembali baju dan celananya selepas menggagahi Seruni. Tanpa membersihkan diri. Tanpa berucap apa-apa atau sekadar menunggu Seruni membuka kelopak mata. Mungkin setelah Jagat keluar, barulah Ser

