51 | Laksana Pohon Kehidupan

1902 Kata

Tatapan Jagat dan Seruni masih bersua. Mata ke mata seolah sedang bicara. Dari rautnya tergambar kernyit halus di kening, menunjukkan ekspresi yang terluka nyata. Tapi kenapa Jagat juga menunjukkan ekspresi macam itu? Seolah dia juga sama sakitnya. Saat Jagat bilang setidaknya harus mengembalikan Seruni dengan cara yang baik, sebaik saat memintanya dari keluarga—ada harap yang serasa penuh bertumpuk-tumpuk di sana. Seruni langsung berbalik menghadap Jagat, agak mendongak untuk bisa saling jumpa tatap. Memangnya saat Jagat meminta Seruni dari keluarga, itu dengan cara yang baik? Padahal ada kebohongan, padahal ada intrik untuk kesuksesan hubungan Jagat dengan gadis lain, dan padahal ada maksud terselubung—menjadikan Seruni sebagai tameng. Itu baik? Dalam perjalanan rumah tangganya saja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN