45 | Tak akan Utuh Lagi

1608 Kata

"Kok, sendiri? Mana Jagat?" Seruni langsung masuk ke rumah mami dan papi begitu pintunya dibukakan. "Uni dari kantor langsung ke sini," jawabnya. "Mami masak apa?" Hari ini cukup melelahkan bagi Seruni, tetapi memuaskan. Kelangsungan proyek yang dia pegang sudah sampai menyiapkan proposal pengembangan berikutnya, dengan terus update progres setelah kunjungan tempo lalu. Kemungkinan akan ada jadwal kunjungan berikutnya. "Waw. Kayaknya enak ...." Seruni langsung ambil sendok dan piring. Datang-datang minta makan. Rindu pol masakan orang tua. "Kamu ini ... lagi kangen masakan Mami, ya?" Seperti yang Seruni katakan tadi, dia rindu. Tapi yang jadi jawaban Seruni adalah, "Ngidam." Mami meletakkan air minum untuknya, lalu mengambil tempat di sisi sang putri. "Udah isi, Sayang?" "Hm." Tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN